Postingan

Dawuh Kiyai #1

Gambar
Oleh: Moh. Alim "Berdzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu..." Sahabat pasti hafal dengan terjemahan ayat Alquran tersebut. Namun apakah kita pernah melaksanakannya? Sudah. Berapa kali sehari? Lima kali, dalam salat. Atau saat kita susah saja kita mengingat Allah SWT. Jika demikian, mungkin benar jika dikatakan bahwa musibah yang ada di sekeliling kita itu bertujuan agar manusia mengingat Allah, Sang Pencipta. Itu lebih baik, akan lebih parah jika musibah itu adalah adzab dari Allah SWT. Naudzubillah waiyyadzubillah min dzalik. Sesi kali ini kita akan membahas bagaimana kita bertindak selama ini. Misal ketika kita menginginkan sebuah motor, apakah yang akan kita lakukan? Beli, tentunya. Jika tak ada uang? Usaha. Pernahkah kita mengingat Allah SWT terlebih dahulu ketika menginginkan sebuah motor? Kita tidak pernah berfikir, jika saya punya motor apakah Allah ridho? Jika saya punya motor apakah bisa membuat saya lebih dekat dengan Allah? Lebih taqwa kepada...

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Gambar
Assalamu’alaikum, saya  Moh. Alim, S.Pd .  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 11 Kabupaten Bojonegoro dari SMA Negeri 1 Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur . Pendidikan guru penggerak telah banyak mengubah mindset saya sebagai guru. Banyak hal yang sudah saya pelajari dan saya dapatkan. Selama menjadi CGP A11 ini saya didampingi oleh Ibu Titik Mulia Aminah selaku Fasilitator dan Bapak Fajar Setiawan selaku pengajar praktik. Dalam Pendidikan guru penggerak ini, saya tergabung di kelas 188-A Kab. Bojonegoro. Tujuan Pembelajaran Khusus: ·       CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media. ·      CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang di...

Pekik Nyawa

Gambar
Oleh: Moh. Alim   Di terik mentari penuh bising Air mata menumpah membenamkan akal sehat Sekeping nyawa tanpa bayangan Merindu makna kesejahteraan peradaban Dalam komunitas pembangunan   Nyawa menangis tanpa harapan Sedetik sejam seharian dan semau mereka Menjadikan hardik dan picik sebagai hiasan Disiplin yang diagungkan dihentikan Dengan kacau balau program bertangisan   Kau lihat, betapa merah matanya Menyembunyikan akal sehat dengan kilau gawai Senyum palsu membungkus tawa durja Membunuh satu demi satu jiwa bahagia Bertopeng koordinator dan tipu daya   Aku adalah percikan debu Yang menempel di sumbu-sumbu api matamu Keheningan memekik kalbu tanpa tahu Berkali-kali mereka bertanya, tak ada jawaban Bayang-bayang tak bisa melawan   Bertanyalah pada tetes darah terakhirku Dengan diam mendidihkan pandangan Luka-luka ini menjadi saksi Perjuangan tak akan usai Detak jantungku menyala bara   Bojone...