Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai

Meningkatkan Budaya Positif

Gambar
Oleh: Moh. Alim   Apresiasi tertinggi kepada petugas upacara yang diprakarsai oleh OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMAN 1 KEPOHBARU. Meskipun tanpa latihan, namun karena dedikasi LDK OSIS yang dilaksanakan Jum’at-Sabtu, 10-11 Nopember 2023 di Mangrove  Centre  Tuban , membentuk karakter disiplin yang lebih baik dalam dari OSIS dan MPK. Upacara dilaksanakan dengan sangat hidmat di oleh seluruh peserta upacara.   Pembina upacara adalah Ibu Sufini Hendriyani atau biasa disapa Bu Yani. Cuaca yang sangat terik, Bu Yani menghimbau agar seluruh peserta didik sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Agar bisa mengikuti upacara sampai selesai tanpa halangan suatu apapun.   Bu Yani menyampaikan budaya positif harus ditingkatkan oleh seluruh peserta didik. Misalnya dalam hal kerapian. Mulia dari pagi hari masuk ke lingkungan sekolah sampai datang waktu pulang, harus tetap menjaga kerapian. Misal kerapian berpakaian dan kerapian ruang belajar. ...

Mengumpulkan Kalimat Menarik

Gambar
  #catatanpembelajaran01 Muhammad Alim   Pagi masih terlihat berembun. Kabut menyelimuti wilayah kami. Hawa dingin sisa hujan tadi malam masih terasa. Jiwa-jiwa yang penuh semangat tetap berjalan menyusuri rute ekonomi dan rute perjuangan hidup masing-masing. Melewati beberapa siswa, saya mengantar anak ke sekolah kemudian langsung menuju tempat tugas. Di sana sudah menunggu tiga puluh enam siswa di jam pertama.   Guru Bimbingan Konseling dan beberapa guru piket setiap hari menyapa siswa di halaman paling depan sekolah. Membiasakan sapa, sopan, santun, salam, senyum dalam diri peserta didik. Jam menunjukkan 07.02 wib. Saya langsung menuju depan kelas. Menginstruksikan untuk berbaris rapi sebelum masuk kelas dan  …. Tidak seperti hari biasanya. Saya langsung memimpin doa di depan kelas dengan posisi berdiri. Seorang siswi saya minta menjadi dirigen untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.   Kegiatan serta merta ini muncul begitu saja. Namun sepertinya...

Cacingan, Combantrin Saja

Gambar
Oleh: Moh. Alim Jam kosong adalah nikmat tersendiri bagi kaum rebahan. Itu ungkapan beberapa anak yang saya temukan sedang selonjoran kaki di lantai saat saya tak sengaja melewati sebuah kelas. Wajar dan lumrah (untuk kondisi saat ini). Mungkin ini juga sering terjadi di kelas yang bapak atau ibu guru ajar. Hal ini juga kalian lakukan kan, teman-teman belajar di SMA atau MA? Jam kosong memang hal yang tabu. Meski sang guru telah memberikan tugas, namun masih saja ada siswa yang dengan santainya tanpa memikirkan apapun yang diinstruksikan sang guru. Mereka hanya tahu hasilnya saja dengan cara copy paste jawaban teman. Allah SWT itu menciptakan semua hal lengkap dengan nilai dan hikmah yang ada di dalamnya. Semua yang diciptakan oleh Allah SWT itu adalah ayat-ayatnya yang nyata. Sebagaimana pembahasan di atas. Beberapa waktu terakhir, saya mendapati anak-anak bermain seperti ular-ularan yang ada di hp jadul dahulu, Nokia senter dan sejamannya. Namun ular saat mereka mainkan berb...

Muhasabahtun Nafsi

Oleh: Mbah_Alim Suatu ketika saya sedang mendatangi majlis dzikir. Di mana dalam majlis tersebut banyak sekali orang-orang dari berbagai usia dan berbagai profile. Ada yang remaja SMP/SMA, ada yang karyawan, ada yang pedagang, ada yang guru, ada yang pegawai kantoran, dan ada juga yang petani. Semua tumpah ruah jadi satu. Saya sering kali mengambil kesempatan untuk duduk di barisan depan. Tujuan saya adalah agar bisa lebih dekat dengan guru atau pemimpin majelis. Karena beliau adalah orang yang diberi titah langsung oleh pemimpin utama majelis dzikir tersebut, atau kami lebih sering menyebutnya "Mursyid". Setiap kali selesai dzikir, pemimpin majelis akan membacakan sebuah kitab. Hal ini untuk menambah wawasan keagamaan bagi seluruh anggota majelis. Meski anggota majelis bukan orang pesantren, seperti saya juga, paling tidak pernah mendengarkan pembacaan kitab dalam sebuah majelis secara langsung. Waktu itu materi yang dibahas dalam kitab adalah tentang dzikir. Dzikir se...

Pesan Hidup 01 - Syukur

Oleh: Moh. Alim Kita itu terlalu banyak nikmat yang diterima. Sampai-sampai kita lupa untuk bersyukur. Dan saking banyaknya nikmat tersebut, kita telah lalai dalam menggali dan memahami apa kewajiban kita sebagai makhluk hidup. Sebagai contoh seorang siswa. Ketika siswa berangkat sekolah sudah ada motor dengan full bensin, uang saku 20k, hp android dengan cukup pulsa dan paketan, seragam selalu baru dan wangi. Namun, apalah yang terjadi, banyak dari mereka yang mampir ngopi sebelum berangkat ke sekolah. Hingga akhirnya sampai di sekolah sudah tertutup gerbangnya dan telat hampir 15 menit. Bahkan ada yang tidak sampai sekolah. Karena tergoda game online dan nikmatnya secangkir kopi dengan jatah waktu 4 jam satu gelas. Kita terlalu larut dalam zona nyaman. Sehingga melupakan kewajiban belajar. Melupakan kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Melupakan sopan dan santun kepada yang lebih tua. Bahkan yang sering muncul adalah kata-kata angkuh dan songong yang muncul. Kita lupa bag...