Postingan

Cacingan, Combantrin Saja

Gambar
Oleh: Moh. Alim Jam kosong adalah nikmat tersendiri bagi kaum rebahan. Itu ungkapan beberapa anak yang saya temukan sedang selonjoran kaki di lantai saat saya tak sengaja melewati sebuah kelas. Wajar dan lumrah (untuk kondisi saat ini). Mungkin ini juga sering terjadi di kelas yang bapak atau ibu guru ajar. Hal ini juga kalian lakukan kan, teman-teman belajar di SMA atau MA? Jam kosong memang hal yang tabu. Meski sang guru telah memberikan tugas, namun masih saja ada siswa yang dengan santainya tanpa memikirkan apapun yang diinstruksikan sang guru. Mereka hanya tahu hasilnya saja dengan cara copy paste jawaban teman. Allah SWT itu menciptakan semua hal lengkap dengan nilai dan hikmah yang ada di dalamnya. Semua yang diciptakan oleh Allah SWT itu adalah ayat-ayatnya yang nyata. Sebagaimana pembahasan di atas. Beberapa waktu terakhir, saya mendapati anak-anak bermain seperti ular-ularan yang ada di hp jadul dahulu, Nokia senter dan sejamannya. Namun ular saat mereka mainkan berb...

Belajar Salat

Gambar
Oleh: Moh. Alim* Belajar di madrasah diniyah masih juga dialihkan di rumah. Kewajiban orang tua dalam pendidikan putra dan putrinya menjadi penuh. Meski bapak dan ibu guru membimbing secara daring, namun tak luput perhatian orang tua harus tercurahkan secara utuh, tak boleh lengah. Apalagi pendidikan agama, salat. Masa kanak-kanak harus digunakan secara baik untuk melaksanakan pembelajaran salat. Pengalaman pembelajaran salat yang saya alami sungguh sangat berkesan. Meski terkadang membuat salat pribadi menjadi terasa berbeda dengan biasanya. Berikut sedikitnya ada lima tahapan dalam pembelajaran salat. Pembelajaran ini butuh waktu yang tidak singkat, sesuai dengan perkembangan diri anak. Pembelajaran pertama, mengajak anak mengikuti salat di musala, masjid, atau di samping kita ketika kita salat di rumah. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengenalkan bahwa orang Islam itu wajib salat, mengenalkan gerakan-gerakan salat dan juga bacaan salat yang terdengar dari imam. Usahakan un...

Apa yang kita banggakan?

Gambar
Moh. Alim Berada di majelis ilmu memang tiada duanya. Berkumpul dengan orang-orang positif akan memberikan pengaruh positif. Apalagi ketika menerima materi atau kajian dari pemimpin majelis, kami biasa memanggilnya Ustadz, sungguh suatu hal yang tak boleh dilewatkan. Apabila ketinggalan satu pertemuan saja, maka serasa terputus jauh sekali kajian-kajian yang telah disampaikan, serasa kita ketinggalan jauh sekali di belakang. Pertemuan kali ini membahas tentang kenikmatan yang diterima manusia yang melebihi makhluk lainnya, termasuk malaikat. Manusia menerima nikmat atau anugerah yang luar biasa berupa dua perkara utama. Pertama, diciptakan dengan bentuk yang baik. Kedua, dicukupi segala kebutuhannya. Nikmat pertama telah jelas diungkapkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat At-Tin (95:4) yang artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Penciptaan ini tidak hanya dalam bentuk fisiknya saja. Allah SWT melengkapi penciptaan t...

Tabarrukan

Gambar
Oleh: Moh. Alim Perjalanan seorang santri dalam menempuh pendidikan agama memang di saat ini sedang menjadi perhatian publik. Semenjak ditetapkannya peringatan hari santri sebagai hari besar nasional yakni setiap tanggal 22 oktober, perbincangan tentang santri menjadi semakin menarik. Banyak sekali aspek-aspek yang dilirik mengenai santri. sumber gambar: bacabaca.com Diantara yang menjadi bahan perbincangan adalah santri yang menjadi pelopor kemerdekaan bangsa indonesia. Sehingga muncullah santri sebelum kemerdekaan, santri pada masa perjuangan, dan santri pasca kemerdekaan. Pada dasarnya santri adalah sebutan bagi seorang yang menimba ilmu pengetahuan di sebuah pondok pesantren. Di pondok pesantrenlah seorang santri digembleng segala hal terkait dengan kehidupan. Baik kehidupan di dunia, maupun kehidupan di akhirat kelak. Belajar tentang hubungan sesama makhluk dan hubungan kepada pencipta makhluk, Allah SWT. Dalam perjalanannya menempuh pengetahuan, seorang santri memil...

Suka Lagu Apa? Lirik Lagu adalah Sastra

Gambar
Moh. Alim Judul di atas adalah sebuah tanda tanya yang besar bagi diri saya. Bukan saya tidak suka lagu. Namun lebih karena tak ada satu pun lagu yang saya hafal liriknya dari awal sampai akhir, satu lagu penuh. Apalagi disuruh menyanyikannya, misalnya untuk karaoke. Saya pasti zonk alias tidak pernah sama sekali. Jika ada orang karaoke, juga ingin bisa, tapi keinginan itu hanya berhembus hilang bersama hembusan nafas begitu saja. Lagu memang menjadi lagu hidup. Lagu akan berubah sesuai kondisi di mana lagu tersebut berada. Pada tahun kisaran 1990-2000, . Dangdut paling ngetrend adalah Si Raja Dangdut, H. Rhoma Irama. Dangdut pada zaman itu sangatlah berbeda dengan lagu dangdut zaman sekarang. Pun begitu juga dengan lagu berjenis pop. Lagu hidup juga dipengaruhi oleh lokasi di mana seseorang itu berada. Semenjak kecil hingga dewasa, karena tinggalnya di desa, kebanyakan lagu yang saya dengar bersumber hanya dari radio panasonic. Lagu yang paling sering diputar adalah lagunya ...

Catatan Malam Buta

Gambar
Oleh: Mbah Alim Kita hendak ke mana Ketika kuasa tak mampu membentuk suasana sesama Hingga hilang laku-laku saudara Yang dahulu diperjuangkan bersama-sama Entah apa yang dimaksud berkurban Ketika yang lain singsingkan lengan Yang lain sorak-sorai tertawakan Cibiran dan hasutan jadi sarapan Aduan bahkan kambing hitam menjadi jalan keamanan Nasib diperjualbelikan Refleksi materi kehidupan tak lagi dicari Tak ada lagi langkah alternatif untuk suatu keinginan Dihentikan oleh kekuasaan yang menengadah tajam Di manakah lagi kucari seulas sapaan? Ketika hasil usaha tak ada lagi menjadi bahan pertimbangan Suka-suka saja buat A dan B Lebih baik ini dan itu Langkah tak lagi tentu Kawanan domba hilang kendalinya Serakan nyawa tak lagi memiliki arah nyata Hilang dibutakan oleh gulita Malam akan menjadi sesaat mengharukan Ketika bintang telah pergi kemana kau akan berpegangan? Kau jual kawan Kau kambingkan yang tak hitam Kau hitamkan suasana persaudaraan Hingga hilang...

Kontekstual Perjuangan

Moh. Alim* Pada dasarnya kemerdekaan bukanlah puncak dari sebuah perjuangan. Perjuangan menjadi usaha setiap orang untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan atau diimpikan. Jika pada masa sebelum kemerdekaan, para pahlawan (pejuang) secara bersama-sama bertujuan untuk memerdekakan Negara Indonesia. Sehingga pada 18 Agustus 1945 tercapailah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Perjuangan terus bergulir. Pada kisaran tahun 1965-1966, perjuangan Bangsa Indonesia mengarah kepada Pemusnahan Paham PKI dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Begitu seterusnya hingga munculnya orde baru (1966-1998). Kemudian muncul masa reformasi sebagai wujud perjuangan orang-orang pada masa itu demi mencapai tujuan-tujuan yang harus diadakan di Negara Indonesia. Begitu seterusnya hingga era milenium dan milenial pada saat ini. Jika pada masa dahulu perjuangan kemerdekaan berasal dari daerah-daerah. Kemudaian disatukan dengan gerakan pemuda-pemuda di tiap daerah. Sampai akhirnya bersatu pad...