Postingan

Menampung Cermin

Oleh: Moh. Alim Ayah berkata dalam rintihannya, Nak... Ayahmu sudah tua Tak kuat lagi untu mengangkut sekarung beras Atau sepikul gabah Nak... Jika aku semakin tua Jangan kau berkata kasar Karena mungkin ayah akan semakin kecil lagi dalam sikap dan keinginan Dan itu sudah ketentuan Tuhan Tak dapat ayah siapkan saat ini Tak dapat ayah tebak saat ini Anak dalam hati, Ayahku adalah otoriter Berkata A maka aku harus A Berkata Z maka aku harus Z Tak dapat kucegah Atau kutolak Memang hatiku kacau saat itu Aku berontak dalam sepi suara Namun tak keluar juga Namun sekarang aku tersadar Memang benar apa yang ayah perbuat saat itu Sepuluh atau dua puluh tahun baru terasa Aku bisa membaca lebih Dari apa yang tidak orang lain baca Aku bisa memikirkan lebih Dari apa yang tidak orang lain terima Aku bisa menampung lebih Dari suasana yang tak diterima Ayah Kau tahu yang terbaik untukku Meski kadang tak juga kuterima Atau bahkan kutentang segalanya Maafkan aku...

Pesan Hidup 01 - Syukur

Oleh: Moh. Alim Kita itu terlalu banyak nikmat yang diterima. Sampai-sampai kita lupa untuk bersyukur. Dan saking banyaknya nikmat tersebut, kita telah lalai dalam menggali dan memahami apa kewajiban kita sebagai makhluk hidup. Sebagai contoh seorang siswa. Ketika siswa berangkat sekolah sudah ada motor dengan full bensin, uang saku 20k, hp android dengan cukup pulsa dan paketan, seragam selalu baru dan wangi. Namun, apalah yang terjadi, banyak dari mereka yang mampir ngopi sebelum berangkat ke sekolah. Hingga akhirnya sampai di sekolah sudah tertutup gerbangnya dan telat hampir 15 menit. Bahkan ada yang tidak sampai sekolah. Karena tergoda game online dan nikmatnya secangkir kopi dengan jatah waktu 4 jam satu gelas. Kita terlalu larut dalam zona nyaman. Sehingga melupakan kewajiban belajar. Melupakan kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Melupakan sopan dan santun kepada yang lebih tua. Bahkan yang sering muncul adalah kata-kata angkuh dan songong yang muncul. Kita lupa bag...

Pemuda dan Harapannya

Pemuda Akan dengan apa kau bahagiakan orang tua Dengan mabuk-mabukan atau dengan hafalan Al-Qur'an Akan dengan apa kau mengisi hidupmu Dengan kebaikan atau keburukan Pemuda Katanya kau harapan bangsa Dengan apa orang tua berharap padamu? Apakah berharap melihat kau balap motor, bleyer-bleyer tengah malam Atau berharap melihatmu menjaga sholat lima waktu Pemuda Terima kasih jika kau masih menjaga semangatmu Untuk berbuat baik kepada sesamamu Pemuda Merdekakan dirimu untuk menggapai citamu Cita yang baik dan sesuai harapan orang tuamu Karena tak ada satu pun orang tua Yang mengharapkan anak-anaknya tersesat di dunia Pemuda Jangan penuhi mudamu dengan senang-senang belaka Sejenak, saat kau telah melewati masamu Kau akan menyesalinya Bojonegoro, 21 Juli 2018 #muhammad_alim #KBM_selalu_berkarya

Memilih dan Menyelamatkan

(Refleksi Workshop Menulis dan Kopdar II KBM) Oleh: Muhammad Alim Hidup di dunia ini hanyalah memilih. Baik dan buruk sudah ada dalam setiap langkah hidup manusia. Manusia lah yang menentukan langkahnya. Dia mau memilih langkah yang baik atau memilih langkah yang buruk. Begitu juga dengan keluarga baru saya, komunitas menulis Kita Belajar Menulis (KBM). Pada 30 Juni 2018, keluarga KBM menentukan langkahnya untuk mewujudkan apa yang menjadi cikal bakal berdirinya komunitas ini. Dalam Kopdar II yang diadakan di Aula MTs Negeri 3 Bojonegoro tersebut, terdapat sebuah sebuah pelajaran yang sangat istimewa. Pelajaran tentang bagaimana seharusnya kita memilih langkah yang baik dalam hidup di dunia. Dalam kegiatan tersebut, terdapat penyampaian dua buah puisi yang memberikan contoh nilai-nilai kehidupan. Deklamasi puisi yang disampaikan oleh anggota KBM, yakni Siska Monica Ipsurwadi, Siski Monica Ispurwadi, dan Putri Nofitasari terdapat dua nilai kehidupan yang saling bertentangan. De...

WORKSHOP MENULIS DAN KOPDAR II KBM

Gambar
*INFORMASI & UNDANGAN* Disampaikan kepada seluruh CAH NDESO DAN WARGA SEKOLAH/MADRASAH Berdasarkan Program Kerja Komunitas Menulis KBM (Kita Belajar Menulis), Bahwa besok pada : SABTU, 30 JUNI 2018 Tempat di AULA MTsN 3 Bojonegoro Pukul : 08.00 - 12.00  Akan dilaksanakan : "WORKSHOP MENULIS dan KOPDAR II KBM (Kita Belajar Menulis) Dengan Nara Sumber : Bapak M. Husnaini (Penulis dan Penyunting Buku-Buku Inspiratif), dari Lamongan. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan lembaga MTs Negeri 3 Bojonegoro. Direncanakan Peserta Workshop berasal dari seluruh  Bapak/Ibu Guru di wilayah kecamatan Kepohbaru dan sekitarnya, serta: 1. Siswa MTs Negeri 3 Bojonegoro 2. Siswa MABU Kepohbaru 3. Siswa SMAN 1 Kepohbaru 4. Siswa Perguruan Muhammadiyah Kepohbaru 5. Siswa SMPN 1 Kepohbaru 6. Dewan guru dan Umum 7. Anggota KBM 8. Siswa SMPN 2 Kepohbaru 9. Siswa SMA Darul Ulum Nglumber Kepohbaru 10. Siswa MTs Darul Ulum Nglumber Kepohbaru Dan siswa-siswi di wilayah K...

Doa dalam Deskripsi

Gambar
Oleh: Muhammad Alim. Seorang Ulama berkata dalam doanya: "Ya Allah, matikanlah aku sekarang jika umurku sudah tidak ada kemanfaatan lagi bagi sesama, dan panjangkanlah umurku jika dalam umurku itu masih ada kemanfaatan baik bagi sesama".      Dalam terjemahan doa tersebut dapat diartikan bahwa suatu nanti umat Islam itu ingin dimatikan oleh Allah SWT karena sudah tidak mampu lagi melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar.      Melihat kerusakan dunia , manusia Islam (kebanyakan) dan manusia pada umumnya sudah merasa bangga jika melakukan maksiat kepada Allah SWT.      Contoh kecil, ngakunya Islam, tapi jalan sana-sini rokok'e jedal-jedil dan diupload lagi di media sosial. Seolah-olah dia mengatakan: "Iki lho aku, orang Islam yang tidak puasa".      Sudah tak merasa salah sedikit pun ketika melakukan maksiat. Padahal mereka juga tahu dan bahkan mungkin hafal di luar kepala tentang puasa dan segala sesuatu tentang puasa....

Urip Gak Oleh Galau

Gambar
Oleh: Mbah MuhammadAlim Pagi itu Si Mbah sedang menjenguk cucunya. Dia duduk di sebelahku dan minta dibuatkan kopi oleh kekasihku. Setelah kopinya jadi dan satu tuangan telah ia seruput, Si Mbah mulai dengan cakapannya yang khas penuh dengan nasehat. Dari pertemuan itu Aku dapat rumus bahagia dari Si Mbah. Aku masih ingat betul yang diucapkan Si Mbah. Si Mbah: "Le, Urip iku Ojo digawe susah Dewe." Aku: "Lha kok ngunu Mbah, maksute kepriye Mbah?" Si Mbah: "Ngene Le, Urip iku wis pasang-pasangan, ono susah ono seneng, Ono kurang Ono luwih. Soko iku, masing-masing pribadi dari pasangan itu harus berusaha mengerti dan memahami." "Nek masing-masing iku selalu minta dimengerti dan dibaiki, maka ya uripe bakal nggrangsang." Lanjut Si Mbah. Aku: "Kok Nggrangsang bereng to Mbah. Tambah bingung aku." Si Mbah: "Lha kepriye gak Nggrangsang, nek sijine selalu arep-arep dimengerti, tapi gak tau gelem mengerti, dadine repot. ...