Siung Merah
Moh. Alim Di atas tanah lembap Langit berganti warna. Kalender sudah baru, Tanganku mencium aroma tanah yang sama. Tahun lalu adalah guru yang keras, Hujan datang tak diundang, Tentang harga yang kadang terjun tanpa permisi. Tapi bakul harapan tak pernah retak. Kusambut Januari dengan semangat juang, Bawang-bawang merah ini adalah permata bagiku. Biarlah ia tumbuh gagah, berumbi besar dan kencang, Menyerap sari bumi, memerah di bawah sinar matahari. Doaku di tahun baru ini sederhana: Semoga langit ramah, tak mengirim badai yang merusak, Semoga air mengalir cukup, tak menenggelamkan akar, Dan semoga saat panen tiba nanti, Peluhku terbayar dengan senyum anak istri di meja makan. Selamat datang tahun yang baru, Mari kita berkawan dengan tanah dan waktu. Sebab di setiap siung merah yang kupendam, Ada mimpi yang sedang mekar menuju masa depan. Kepohbaru, 02 Januari 2026